Buntu Kepa': Negeri di Atas Awan Kabupaten Mamasa

Post a Comment
Bismillahirrahmanirrahim

Buntu Kepa'

Salah satu tempat wisata yang bisa kita kunjungi di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat adalah wisata Buntu Kepa' yang ada di Desa Taupe. Wisata buntu kepa' adalah wisata yang menawarkan pesona indah dengan pemandangan dari ketinggian yang memanjakan mata.

Pengalaman Berkemah di Buntu Kepa'

Tahun 2023 kemarin, tepatnya di bulan September untuk pertama kalinya kami sekeluarga mengadakan family camping ke wisata buntu kepa' ini. Kami membawa anak-anak bersama kami karena kami ingin memberikan pengalaman baru kepada mereka dengan berkemah. 

Karena kami belum tahu betul jalan menuju ke sana, jadi Pak Suami mengajak dua orang siswanya bersama kami--kebetulan siswa Pak Suami ini adalah anak-anak pecinta alam yang sudah sering melakukan kegiatan berkemah di beberapa tempat di Kabupaten Mamasa.

Kami berangkat sekitar pukul 16.30 WITA. Wisata Buntu Kepa' ini melewati kota Mamasa, sekitar 15 menit dari kota, sehingga total perjalanan kami dari rumah tempat kami tinggal ke tempat wisata ini sekitar 45 menit sampai 1 jam, tapi kami sempat singgah ke minimarket untuk membeli beberapa makanan dan tabung gas untuk kompor portable kami.

buntu kepa'
Tenda kami di Buntu Kepa'

Kami baru sampai di Buntu Kepa' pada pukul 18.30 WITA, dan langsung membayar uang masuk sebesar 20rb/tenda, karena kami membawa dua tenda jadi kami membayar sekitar 40rb--uang ini sudah termasuk biaya listrik untuk lampu dan kamar mandi.

Setelah sampai kami segera memasang tenda dan mengerjakan sholat maghrib. Setelah selesai sholat, anak didik Pak Suami menyalakan api unggun dan kami menyiapkan makan malam. Setelah makan malam, kami menjelajah tempat wisata itu dan tak lupa mengambil banyak foto, heheh.

spot foto
Spot Foto di Buntu Kepa'

Pada malam hari tempat wisata Buntu Kepa' ini sangat indah karena dihiasi dengan lampu warna-warni. Selain kami ada 4 tenda lagi yang menginap di Buntu Kepa' malam itu, sehingga totalnya kami ada tiga romobongan dengan 6 tenda. 

Saya dan anak-anak tidak begadang malam itu--karena kami memang tidak kuat begadang, hehehe.. hanya Pak Suami dan anak muridnya yang cerita sampai tengah malam. Tadinya kami pikir cuaca malam itu akan sangat dingin, karena kami ada di ketinggian, tapi rupanya malam itu tidak terlalu dingin, hanya saja angin yang bertiup cukup kencang, saya dan anak-anak tidur di satu tenda yang sama sedangkan Pak Suami dan kedua siswanya berada di tenda yang satu. Kami semua tidur masih menggunakan jaket, topi dan kaos kaki, hehehe.
buntu kepa'
Suasana Subuh Hari

Saya sendiri terbangun di pukul 3 pagi dan menikmati suasana di subuh hari itu dengan nyaman--sekali lagi subuh harinya tidak terlalu dingin tapi anginnya yang lumayan kencang. Suasana yang sangat syahdu, dan tenang, Masyaa Allah.

subuh di gunung
Cahaya Matahari yang Mulai Terbit

Anak-anak sendiri terbangun sesaat sebelum Adzan subuh dari masjid kota Mamasa berkumandang, anak-anak sendiri sangat antusias di subuh hari itu dan kami menyempatkan kembali untuk berfoto di spot foto saat subuh hari itu. Pak Suami bangun sekitar pukul 5 subuh dan langsung mengerjakan sholat subuh. Setelah Pak Suami bangun, kami berempat menikmati suasana menjelang pagi itu dengan menatap matahari yang terbit.

buntu kepa'
Suasana spot foto saat cahaya matahari mulai nampak

Sayangnya, kami tidak mendapatkan suasana "Negeri di Atas Awan saat itu"--suasana dimana awan muncul di bawah bukit tempat kami menginap, kata pemilik wisata, awannya tidak muncul karena pengaruh cuaca.

berkemah

Siswa Pak Suami baru terbangun sekitar pukul 7 pagi--mereka non muslim, sehingga tidak punya kewajiban mengerjakan sholat subuh. Setelah mereka bangun, kami masak air untuk menyiram kopi dan mie, lalu mempersiapan sarapan. Kami duduk sambil cerita di tenda sampai pukul 08.30 pagi, setelah matahari cukup terik, kami memutuskan untuk mengemasi barang dan tenda kami lalu bersiap untuk pulang ke rumah.

camping
Duo SAF berfoto bersama Kakak Indra dan Kakak Harri--Siswa Pak Suami

Kesan Kami Selama Berkemah di Buntu Kepa'

Itu adalah pengalaman pertama kami berkemah bersama keluarga, kami sebenarnya khawatir membawa anak-anak karena takut mereka kedinginan, tapi Alhamdulillah ternyata anak-anak sangat menikmati pengalaman pertama berkemah ke gunung ini. Untuk berkemah ini kami mambawa banyak barang, hehehe, sampai siswa Pak Suami keheranan melihat barang bawaan kami--harap maklum kami membawa anak-anak, hehehe.

Buntu Kepa' sendiri tempat yang sangat nyaman untuk dijadikan tempat berkemah bersama keluarga karena tempatnya yang bersih, disediakan juga kamar mandi dan listrik, sehingga tempat berkemah kami tidak gelap. Tempatnya juga sangat indah dan memanjakan mata. Biaya masuknya juga cukup murah karena untuk menginap cukup membayar 20rb/tenda. Oh yah, bagi yang ingin menginap tapi tidak membawa tenda, tenang saja karena disana kita juga bisa menyewa tenda--sayangnya saya lupa berapa biaya penyewaan tenda. 

Kami Insyaa Allah akan kembali mengagendakan berkemah ke sana di tahun ini, semoga musim hujan segera berlalu, Aamiin.
Fitrah Alimuddin
Seorang Istri, Ibu dan Pendidik yang akan senantiasa belajar.

Related Posts

Post a Comment