Bukit Teletabis: Hidden Spot di Kabupaten Mamasa

Post a Comment
Bismillahirrahmanirrahim

bukit teletabis
Pemandangan di atas Bukit Teletabis--Kakak Fatih dan Adek Fayyad

Tahun 2023 yang lalu, keluarga kecil kami memulai pengalaman baru dengan berkemah ke beberapa tempat di Kabupaten Mamasa. Awal tahun 2023, kami sudah menyiapkan perlengkapan berkemah sedikit demi sedikit, dimulai dari membeli tenda, dll. Lalu Agustus 2023, ada kegiatan pramuka dan kami memberanikan membawa serta anak-anak untuk ikut berkemah, Kakak Fatih sendiri sudah sering ikut Abah berkemah dalam rangka kegiatan pramuka di sekolah tempat Pak Suami mengajar sejak kecil sampai dengan pandemi di tahun 2020.

Adek Fayyad sendiri baru tahun 2023 yang lalu mendapatkan pengalaman berkemah bersama Abah di sekolah dan di kecamatan dalam rangka kegiatan Pramuka, maka di September 2023 yang lalu kami memberanikan diri membawa anak-anak berkemah ke tempat yang lebih jauh yaitu di Buntu Kepa' dan ternyata anak-anak menikmati pengalaman tersebut. 

Berbekal pengalaman membawa anak-anak berkemah di bulan September, jadilah kami meng-agendakan kegiatan berkemah berikutnya di bulan Oktober 2023. Sebenarnya ada banyak opsi untuk berkemah kedua kali ini, salah satunya adalah di Desa Wisata Tondok Bakaru, siswa Pak Suami yang menjadi teman berkemah kami juga menyarankan ke Buntu Liarra'--sayangnya buntu Liarra ini tidak bersahabat untuk kami yang membawa anak karena kami harus mendaki terlebih dahulu sebelum sampai di puncak gunung tempat berkemah.


Berkemah di Bukit Teletabis: Tempat Tersembunyi di Kecamatan Balla

bukit teletabis
Tenda kami di Bukit Teletabis

Kabupaten Mamasa adalah kabupaten yang berada di ketinggian, sehingga banyak gunung-gunung yang bisa di jadikan tempat untuk berkemah. Setelah pertimbangan panjang, akhirnya Pak Suami memilih opsi di tempat yang terdekat dari rumah, yaitu di Kecamatan Balla, tepatnya di Bukit Teletabis--ini bukan nama asli bukitnya, tapi anak-anak yang tinggal disekitar bukit tersebut menamainya dengan bukit teletabis karena viewnya seperti bukit di serial anak Teletabis.

Kamping di bukit Teletabis kami laksanakan di tanggal 21 Oktober 2023. Bukit Teletabis ini hanya berjarak sekitar 15-20 menit dari rumah, awalnya rencana ini hampir batal karena saya tiba-tiba punya kegiatan webinar di malam itu, jadi suami setengah hati untuk melaksanakan rencana kamping ini. Tapi melihat semangat dari siswanya yang luar biasa, jadilah ia dan anak-anak berangkat untuk kamping meninggalkan saya sendiri di rumah, hiks.

Sayangnya di bukit Teletabis belum ada akses listrik dan air, jadi malam itu anak-anak, Pak Suami, dan 4 orang siswanya, berkemah dalam suasana gelap-gelapan dan hanya ditemani oleh api unggun. Untuk air sendiri, siswa Pak Suami mengambil air di rumah warga yang ada di bawah bukit, hehehe.

Saya sendiri tidak bisa ikut malam itu, saat acara webinar selesai, saya menelpon suami dan meminta Pak Suami untuk menjemput saya dirumah, tapi ternyata karena tidak ada lampu jadi pak suami tidak bisa turun dari bukit untuk mengambil motor dan menjemput. Jadilah saya baru dijemput di subuh harinya. 

Tapi saya tidak menyesal karena ternyata pemandangan di subuh hari itu sama luar biasanya, saya masih mendapatkan awan di bawah kami--tapi kata siswa Pak Suami kami agak terlambat karena tadinya sang awan lebih banyak sebelum kami datang.

bukit teletabis
Saya dan Pak Suami--Btw, ini foto sebelum masa kampanye yah .. hehehe

Pagi hari itu kami habiskan dengan berfoto--untuk mengabadikan keindahan alam di bukit teletabis, lalu membakar ayam dan makan bersama. Sekitar pukul 09.00 pagi kami beres-beres dan pulang ke rumah.

bakar ayam di perkemahan
Pak Suami dan Siswanya
Fitrah Alimuddin
Seorang Istri, Ibu dan Pendidik yang akan senantiasa belajar.

Related Posts

Post a Comment