Jelajahi Bukit Citol di Desa Wisata Tondok Bakaru, Kabupaten Mamasa

Bismillahirrahmanirrahim

Citol Hill Desa Wisata Tondok Bakaru

Tanggal 17 Sepetember yang lalu, kami sekeluarga memutuskan untuk "healing" ke desa wisata Tondok Bakaru di Kabupaten Mamasa. Desa wisata di Kabupaten Mamasa ini sudah menggeliat sejak tahun 2020 yang lalu, selain sebagai desa wisata, desa ini juga menjadi salah satu pusat budidaya tanaman anggrek. Saya sendiri baru dua kali berkunjung ke desa wisata ini, yang pertama di tahun 2020 dan terakhir di tanggal 17 September yang lalu. Desa wisata ini pada bulan Oktober tahun 2022 yang lalu sempat diresmikan oleh Bapak Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif--Sandiaga Uno.

Peresmian Desa Wisata Tondok Bakaru
Peresmian Desa Wisata Tondok Bakaru|Sumber Gambar: detik.com

Di desa wisata Tondok Bakaru terdapat banyak spot wisata yang dikelola oleh masyarakat setempat, ada hutan pinus--yang sangat populer terutama ketika bulan Desember tiba karena menjadi kampung natal dengan ornamen lampu yang indah menghiasi pohon-pohon pinus. Lalu ada puncak dan bukit yang menyajikan pemandangan indah khas daerah pegunungan. 

Di desa tersebut juga banyak ditemukan penginapan yang tidak hanya bisa kita jadikan sebagai tempat istirahat tetapi juga bisa kita gunakan sebagai spot foto karena keindahan dari penginapan-penginapan tersebut.

Desa Wisata
Salah satu penginapan di Tondok Bakaru|Sumber: Dok.Pribadi

Bukit Citol Hill di Dewa Wisata Tondok Bakaru Kabupaten Mamasa

Tanggal 17 September yang lalu, spot wisata yang saya datangi adalah bukit Citol Hill, yang memang terkenal dengan keindahan pemandangan yang ada di bukit tersebut, dan di tambah dengan banyaknya spot foto yang instagramable untuk para pengunjung. Saat datang kesana di hari Ahad itu, kami langsung di sambut dengan hujan yang cukup deras, sehingga kami memutuskan untuk duduk sebentar di cafe yang ada di bukit citol tersebut. Saat kami berkunjung itu ada sekelompok anak muda dari Kabupaten Mamuju yang juga sedang datang berwisata.

Citol Hill
Cafe Citol Hill|Dok Pribadi

Biaya masuk ke citol hill adalah Rp.5000 per kepala, karena kami ber-empat--saya, pak suami, kakak Fatih dan Adek Fayyad, jadi kami total membayar sebesar Rp.20000. Setelah kurang lebih 30 menit menunggu hujan reda, akhirnya cuaca bersahabat dan kami langsung memutuskan untuk naik wahana sepeda "terbang". Untuk naik sepeda "terbang" kami harus membayar sebesar Rp.15000 per orang dewasa. Jadi saya dan suami tidak mau melewatkan kesempatan untuk naik wahana tersebut, sehingga kami sacara bergantian menikmati wahana sepeda "terbang" itu.

Yang pertama mencoba wahana sepeda "terbang" adalah Pak Suami, dan dia sama sekali tidak takut atau nervous, dia sangat menikmati wahana tersebut, bahkan dia dengan mudah melepas semua genggaman tangannya dari sepeda dan berpose dengan bebas, hehehe. Pak suami sampai 3 kali bolak balik dari satu sisi ke sisi lainnya dengan mudah dan santai--tanpa rasa takut sedikit pun.

Sepeda Terbang
Pak suami menikmati wahana sepeda "terbang"|Dok Pribadi

Sedangkan saya, hahahah ... awal mencoba saya sampai beberapa kali meyakinkan sang petugas keamanan tentang keamanan wahana tersebut, lalu ketika badan saya pertama kali naik ke sepeda "terbang" tersebut, seluruh tubuh saya rasanya gemetar hebat, bahkan saya tidak berani untuk menengok ke kiri ataupun kanan, hahaha. 

Saya mengayuh sepeda dengan sangat hati-hati karena tangan yang gemetar--rasanya seperti saya mau jatuh dari ketinggian tempat saya bersepeda begitu saja, hahaha, tapi ketika mencapai titik finish saya sudah mulai merasa enjoy, lalu di percobaan kedua dan ketiga saya sudah mulai menikmati walau saya tidak bisa sesantai Pak suami, hahaha.

Setelah puas menikmati wahana sepeda "terbang"--oh ya, enaknya di wahana ini, petugasnya tidak akan menurunkan kita sebelum kita merasa puas bermain dengan sepeda "terbang' tersebut. Setelah naik sepeda kami turun dan mulai menikmati setiap spot foto, dan tentunya tidak lupa berfoto-foto ria, hahaha, saya mengabadikan ratusan foto di tempat ini.


Kami pulang ketika kami dan anak-anak sudah betul-betul puas menikmati setiap pemandangan di tempat tersebut, dan juga karena faktor kelaparan, hahaha. Sayangnya kami tidak membawa bekal ke tempat tersebut, padahal kita bisa saja sekalian piknik disana, karena suasana dan tempatnya juga sangat mendukung dengan kegiatan piknik dengan banyaknya gazebo dan tempat berteduh yang tentunya nyaman dan memanjakan mata. Pak suami berjanji bahwa kami akan kesini lagi lain kali dengan membawa bekal yang cukup untuk merasakan sensasi piknik tentunya.

Penutup

Buat teman-teman dari luar Kabupaten Mamasa yang mungkin membaca postingan saya ini dan ingin berkunjung ke Mamasa, desa wisata Tondok Bakaru bisa menjadi salah satu spot wisata yang sangat recomended untuk dikunjungi. Mamasa memang sejauh ini adalah salah satu Kabupaten yang menjadi tujuan destinasi wisata di Provinsi Sulawesi Barat.

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Komentar kalian sangat berarti untuk saya dan blog ini 💕