Time Flies

Bismillahirrahmanirrahim

Time flies

Ada yang merasa kalau waktu semakin cepat berlalu? Euforia tahun baruan masih terekam jelas dalam ingatan, perjalanan kembali ke Mamasa di awal tahun 2023 masih terasa seperti kemarin, tapi tau-tau besok kita sudah memasuki bulan ketiga di tahun ini, besok kita masuk di bulan Maret.

Apa yang telah terjadi di dua bulan ini?

Cepatnya waktu yang berlalu membuat saya memikirkan apa yang telah saya lakukan di dua bulan kebelakang ini? Apakah resolusi yang saya buat masih berjalan? Apakah di dua bulan ini saya mampu mengupgrade diri menjadi pribadi yang lebih baik? dan banyak pertanyaan refleksi lainnya yang kemudian membuat saya berpikir tentang makna "waktu" yang sebenarnya. Sering kali saya bergurau dengan suami tentang betapa cepat waktu berlalu, rasanya saya tidak siap dengan waktu yang terasa begitu "cepat"--menurut pandangan saya. 

Dua bulan ini saya masih berkutat dengan tulisan, belajar banyak mengenai cara menulis yang baik, dan belajar untuk konsisten dalam menulis. Karena cara terbaik untuk belajar adalah dengan banyak berlatih, dan latihan yang paling tepat untuk calon penulis adalah dengan menulis setiap hari--walau saya belum mampu di tahap ini, hehehe.

Dua bulan ini juga menjadi awal bagi saya dalam memperbaiki kualitas diri dan ibadah, tapi yang paling kacau dan mengalami penurunan adalah bagaimana saya menjaga makanan dan olahraga, untuk yang satu ini saya hanya bisa bertahan untuk konsisten salama 2 pekan pertama tahun 2023, sebulan lebih ini KACAU, saya banyak menyekip waktu olahraga dan tenggelam dalam makanan yang terlalu banyak mengandung karbo yang akhirnya melebihi kalori harian alias surplus. 

Berharap di bulan Maret saya bisa on track kembali, wkwkwkw atau kalau tidak resolusi untuk turun berat badan di tahun ini hanya sekedar resolusi tanpa aksi.

Kenapa waktu terasa cepat berlalu?

Karena beberapa hari ini saya sedang dilanda keingintahuan yang besar terkait hal ini, maka meluncurlah saya ke mesin pencari nomor satu di dunia--om google, kuketiklah pertanyaan yang sama di kotak pencarian, dan saya diarahkan dengan berbagai situs yang mempu menjawab pertanyaan saya ini.

Dari hasil penelusuran dijelaskan bahwa semakin kita bertambah dewasa, maka semakin kita merasa bahwa waktu sedang berjalan begitu cepat, jadi intinya bukan masalah pada "waktu"nya tetapi masalahnya ada pada diri kita yang semakin bertumbuh menjadi dewasa--menjadi dewasa ini memang hal yang rumit, bahkan waktu saja semakin cepat saat dewasa, fiushhh.

Alasan ilmiah dari para ahli menyatakan bahwa fenomena waktu yang terasa semakin cepat berlalu ini diakibatkan oleh dua hal yaitu:

Proses signal syaraf yang melambat

Signal yang melambat tapi waktu yang berlalu cepat, hehehe. Intinya saat kita beranjak dewasa pemroresan signal pada syaraf menjadi melambat dan lebih santai sehingga mengakibatkan perasaan bahwa kita telah menggunakan waktu yang lebih sedikit, padahal aslinya waktu yang kita gunakan lebih banyak seperti seharusnya. Kelambatan proses signal inilah yang mengakibatkan kita merasa bahwa waktu telah berlalu begitu cepat.

Saat saya merasa bahwa waktu telah berlalu begitu cepat itu menandakan bahwa saya sudah TUA, hahaha karena pemroresan signal di otak saya ternayata sudah mengalami kelambatan. wkwkwkw ... yah memang sih, saya sudah on the way 30 tahun ini, wkwkwkw.

Terbiasa dengan lingkungan

Semakin kita dewasa--bertambah tua, semakin sedikit pengalaman atau informasi baru yang kita dapatkan, lingkungan sekitar juga semakin menjadi akrab dan familiar. Hal ini membuat otak tidak banyak memproses sesuatu, akibatnya semua moment yang kita lalui menjadi berlalu begitu saja, hal inilah yang menyebabkan perasaan bahwa waktu berlalu begitu cepat.

Intinya lingkungan yang sudah familiar dan pengalaman yang telah kita dapatkab sebelumnya menjadi hal biasa bagi otak sehingga otak tidak terlalu memprosesnya dengan baik. Lagi-lagi "lambat" dan "cepat"nya waktu ini sangat bergantung dari cara otak untuk memproses sesuatu.

Penutup

Time flies .... semakin hari, perasaan bahwa waktu belalu begitu saja semakin terasa. Awalnya saya berpikir bahwa memang waktulah yang menjadi semakin cepat berjalan--mengkambing hitamkan waktu, tapi ternyata masalah "cepat" dan "lambat"nya waktu ini berkaitan akan dua hal yaitu melambatnya proses signal dalam otak dan semakin terbiasanya kita dengan lingkungan serta tidak adanya pengalaman dan informasi baru yang akan di proses oleh oatk. Cepatnya waktu berlalu sangat berkaitan erat dengan proses otak dalam memproses signal, hal ini berkaitan erat dengan cara kerja tubuh kita sendiri.

Untuk membuat waktu kembali melambat mungkin sebaiknya kita melakukan dan mencoba pengalaman baru, karena dengan begitu otak bisa lebih cepat dalam memproses signal dan mengubah kembali pandangan kita tentang "waktu".

Hal lain yang bisa kita coba adalah dengan menerapkan mindfulness dengan memberikan perhatian dan kesadaran penuh akan lingkungan dan hal-hal yang kita kerjakan. Salam bahagia semuanya!

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Komentar kalian sangat berarti untuk saya dan blog ini 💕