Mampukah Saya Menjadi Ibu yang Sabar?

Bismillahirrahmanirrahim

Mampukah saya menjadi ibu yang sabar


Menjadi seorang ibu berarti siap menerima semua tantangan yang melekat pada posisi ini, siap memperbanyak syukur, selalu berusaha memantapkan diri untuk gelar tersebut dan harus siap membesarkan sabar. Kesabaran adalah salah satu hal yang paling penting untuk dimiliki seorang ibu. Karena terkadang ada saja tingkah anak yang akan menguji kesabaran seorang ibu,


Jika kita kurang dapat dalam mengontrol emosi yang kita miliki dalam menghadapi tingkah anak yang beragam, bukan tidak mungkin kita akan menyakiti anak, dari segi psikisnya dengan kata-kata yang kasar dan yang lebih buruk menyakiti fisik anak kita dengan tindakan yang kasar. Naudzubillah

Menjadi seorang ibu adalah amanah dan posisi yang luar biasa istimewa dan punya tuntutan yang sangat besar. Dan sabar adalah hal yang paling penting yang harus dimiliki seorang ibu, banyak situasi yang sering dihadapi seorang ibu yang menuntut sifat yang satu ini, ketika kita sedang makan misalnya lalu tiba-tiba anak teriak minta diantar ke toilet karena ingin BAB, atau ketika kita baru saja membersihkan lantai, tiba-tiba anak menumpahkan susu atau makanannya. Atau ketika anak kita sedang berebut mainan, dan banyak hal lain yang memang akan menguji kesabaran seorang ibu.

Mampukah kita menjadi ibu yang sabar?

Tidak ada hal lain yang bisa kita usahakan selain terus menempa diri, terus berusaha membesarkan sabar dalam membesarkan dan mendidik anak-anak. 

Apa yang bisa kita lakukan agar dapat membesarkan sabar kita?

1.Berdoa

Hal yang pertama yang harus kita lakukan adalah berdoa kepada Sang Maha Kuasa, Yang Maha Memberi Kesabara, Yang Maha Sabar, agar menganugrahkan kesabaran yang besar dan luas kedalam hati kita. Tidak ada yang bisa menandingi kekuatan doa.

2. Terus berusaha melatih kesabaran kita

Kesabaran ini harus selalu dilatih agar semakin dilatih, kesabaran ini kelak akan bisa menjadi kebiasaan yang baik untuk kita.

3. Terus beristigfar

Jika kita merasa lelah, jenuh, anak sedang menguji emosi kita sedemikian rupa. Maka hal yang perlu kita lakukan adalah menepi, masuk kamar, duduk atau berbaringlah dan ucapkan istigfar berkali-kali hingga kita merasa emosi kita semakin berkurang.

4. Peluk dan cium

Jika emosi kita sudah mereda temui anak kita, peluk dan cium mereka dengan pelukan yang sangat hangat dan dengan ciuman sayang, yakinlah anak kita pasti akan balas memeluk dan mencium kita. Dan itu adalah another kebahagiaan yang bisa dapatkan.

5. Meminta maaf dan jelaskan kesalahan anak dengan baik

Sambil memeluk dan mencium anak, jangan malu untuk meminta maaf kepada anak dan jangan lupa jelaskan apa yang kita tidak suka dari perbuatan anak kita yang membuat kita marah. 
"Ummi minta maaf yah sayang, cuma ummi ndak suka kalau kakak sama adek selalu berebut mainan, kakak dan adek punya mainan masing-masing kan?"
Bantu anak kita memahami arti maaf dan arti kesalahan yang ia perbuat.

6. Kenali diri kita

Kenali pada saat bagaimana bisanya kita dapat dengan mudah tersulut emosi? saat lelah? saat ngantuk? saat lapar? atau saat kondisi lainnya? kenali dan usahakan atasi kondisi tersebut saat membersamai anak. Jika lelah istirahatlah, jika lapar maka ambillah makanan, amankan emosi diri kita agar anak tidak menjadi korban.

7. Pujilah anak

Pujian akan membuat sikap anak menjadi lebih positif, dan jika sikapnya positif maka dia akan mengurangi sifat yang dapat menyulut emosi kita. Pujian juga dapat mempererat bounding antar ibu dan anak. Semua orang suka dipuji terlebih-lebih anak yang memang menyukai kesenangan.

8. Ingatlah bahwa tidak semua wanita seberuntung kita

Ini adalah hal terakhir yang mungkin dapat membantu kita dalam membesarkan sabar, yaitu mengingat bahwa banyak wanita diluar sana yang tengah berjuang agar bisa mendapatkan seorang anak. Banyak pasangan yang sedang menangis merindukan kegaduhan dirumahnya oleh seirang anak. Banyak wanita yang mendamba menjadi seorang IBU tetapi Allah belum memilihnya.
Maka syukuri apapun keadaan kita sekarang, karena ada banyak wanita yang menginginkan posisi kita yang pebuh keriwehan ini.

Tidak ada yang mengatakan bahwa menjadi ibu itu tugas yang mudah, Tidak Ada!. Menjadi Ibu memang tugas yang berat, menuntut banyak hal dalam diri kita, tetapi kebahagiaan yang datang dengan tugas ini juga hal yang luar biasa. Kebahagiaan menjadi ibu juga tiada tandingannya. Dan yakinlah kita semua sangat beryukur karena posisi ibu ini.

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Komentar kalian sangat berarti untuk saya dan blog ini 💕