Angkat Beban: Pilihan Olahraga Saya di Usia 30-an

Post a Comment
Bismillahirrahmanirrahim

angkat beban

Tahun ini usia saya sudah memasuki angka 31 tahun--2 bulan lagi tepatnya, hahaha ... Rasanya saya menolak tua, tapi apa daya usia tidak pernah bohong, sudah banyak tanda penuaan muncul dalam diri saya, hahah. Tidak apa lah, toh saya memang sudah tua, anak juga sudah dua. 

Tapi bukan berarti di usia 30-an ini, kita justru berongkang-ongkang kaki menikmati penuaan yang sedikit demi sedikit menggerogoti. Salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk membantu kita tetap bugar di usia 30 tahunan adalah dengan olahraga.

Olahraga ini sendiri bisa kita sesuaikan dengan minat masing-masing, mungkin ada yang suka jogging, jalan kaki, sepeda, atau olahraga permainan seperti bulu tangkis, tennis, dll. Pokoknya cari olahraga yang kita sukai dan upayakan untuk olahraga setidaknya 15 sampai 30 menit sehari.

Pilihan Olahraga Saya di Usia 30-an

Saya sendiri sejak 2020 yang lalu memilih olahraga angkat beban sebagai olahraga utama saya, selain berjalan kaki. Saat di Mamasa saya lebih memilih angkat beban karena olahraga ini bisa saya lakukan di dalam rumah atau istilahnya home workout, tetapi saat di Makassar dimana saya tidak punya dumbbel saya memilih jalan kaki sebagai opsi olahraga dengan menargetkan 10.000 langkah tiap hari.

Tahun 2024 ini, saya kembali berkomitmen untuk menurunkan berat badan secara sehat, dan salah satu upaya saya yaitu dengan rutin berolahraga. Seperti yang telah saya jelaskan di atas bahwa pilihan olahraga saya jatuh pada olahraga angkat beban.

Olahraga angkat beban dapat memberikan beberapa manfaat yang mendukung proses diet. Berikut adalah beberapa alasan mengapa angkat beban dapat bermanfaat dalam program penurunan berat badan:

Membakar Kalori Lebih Efektif

Latihan angkat beban dapat membakar kalori tidak hanya saat sesi latihan, tetapi juga setelah sesi berlangsung--ini yang membedakan latihan beban dengan olahraga cardio, sebab olahraga cardio hanya membakar kalori saat olahraga dilakukan, sedangkan latihan beban mempunyai efek "afterburn" atau efek pascametabolisme, di mana tubuh tetap membakar kalori setelah latihan untuk memulihkan diri dan memperbaiki otot.

Mempertahankan Massa Otot

Massa otot sangat diperlukan sebab, di dalam ototlah sel-sel lemak dibakar--tempat pembakaran kalori. Saat menjalani diet untuk menurunkan berat badan, resiko kehilangan massa otot juga meningkat. Dengan latihan angkat beban kita dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan massa otot, sehingga saat diet kita hanya menurunkan berat badan dari massa lemak dan bukannya otot.

Meningkatkan Mood

Ini juga berlaku di semua olahraga, sebab secara umum olahraga dapat meningkatkan mood dan mengurangi stress. Inilah alasan saya mengapa saya melakukan olahraga di pagi hari, sebab dengan olahraga di pagi hari dapat memperbaiki dan meningkatkan mood saya di sepanjang hari itu. 

Angkat Beban Bagus untuk Wanita di Usia 30 Tahunan

Ternyata, angkat beban banyak memberikan manfaat positif bagi wanita di usia 30-an. Berikut adalah beberapa alasan mengapa angkat beban dapat bermanfaat khsusnya untuk wanita di usia 30 tahunan:

Meningkatkan Kepadatan Tulang

Wanita cenderung mengalami penurunan kepadatan tulang seiring bertambahnya usia, penelitian juga mengungkapkan bahwa wanita mempunyai peluan lebih besar pada osteoporosis ketimbang pria. Latihan angkat beban merangkang pertumbuhan dan pemeliharaan tulang, membantu mencegah penerunan kepadatan tulang.

Meningkatkan Metabolisme

Semakin kita bertambah usia, semakin melambat metabolisme tubuh kita--ini berlaku bagi wanita dan pria, sebab semakin bertambah usia, semakin berkurang juga massa otot yang kita miliki. Angkat beban dapat membantu meningkatkan metabolisme karena dengan olahraga angkat beban kita dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan massa otot.

Penutup

Sekali lagi, pilihan olahraga ini sesuai dengan kesukaan kita masing-masing. Tidak ada olahraga yang lebih baik dari yang lain--semua olahraga itu baik, yang salah adalah memilih untuk tidak berolahraga, hahaha. Penting untuk diingat bahwa pilihan olahraga ini disesuaikan dengan konsisi kesehatan kita masing-masing.

Olahraga yang kita lakukan juga harus dikombinasikan dengan menerapkan pola makan yang seimbang dan sesuai dengan kebetuhan energi tubuh, bagi yang sedang menjalankan diet penurunan berat badan berarto harus dalam kondisi defisit kalori, bagi yang ingin mempertahankan berat badan berarti dalam keadaan maintenance. Salam sehat dan selamat berolahraga!
Fitrah Alimuddin
Seorang Istri, Ibu dan Pendidik yang akan senantiasa belajar.

Related Posts

Post a Comment